PLAYING VICTIM

Pembohong yang playing victim dan manipulatif biasanya punya pola perilaku khas. Ciri-ciri umumnya:

1. Ciri Utama

Memutarbalikkan fakta: Ia menutupi kesalahannya dengan menuduh orang lain atau membuat situasi seolah-olah ia korban.

Menggunakan empati orang lain: Ia bercerita penuh emosi atau dramatis agar orang merasa iba, lalu memanfaatkan simpati itu.

Mengalihkan fokus: Jika terbongkar bohongnya, ia cepat mengubah topik atau menyalahkan keadaan, bukan memperbaiki kesalahan.

Konsisten menempatkan diri sebagai korban: Bahkan ketika jelas ia pelaku, ia menampilkan narasi bahwa hidupnya selalu diperlakukan tidak adil.

Menciptakan kebingungan: Sering membuat orang ragu terhadap persepsi sendiri (gaslighting), sehingga lawan bicara merasa bersalah.

2. Motif Umum

Menghindari tanggung jawab atau konsekuensi.

Mencari keuntungan pribadi (dukungan, uang, atau kekuasaan).

Kontrol sosial: Mengendalikan opini kelompok agar ia tetap tampak “baik”.

3. Dampak bagi Lingkungan

Menimbulkan konflik antarindividu atau kelompok.

Merusak kepercayaan dan relasi

Membuat pihak yang sebenarnya benar merasa bersalah atau terisolasi.

4. Cara Menghadapinya

Periksa fakta dengan tenang: Jangan langsung percaya cerita emosional—cari bukti dan versi lain.

Tetapkan batasan: Jangan ikut dalam drama atau merasa wajib menyelamatkan mereka.

Komunikasikan secara jelas: Hadapi dengan pernyataan berbasis data, bukan emosi.

Jaga reputasi diri: Jika ia menyerang balik dengan fitnah, dokumentasikan percakapan dan bukti. 

Jangan terpancing: Bermain emosi hanya akan menguntungkan mereka.


Komentar