KAJIAN AHAD PAGI : ISTIQMAH DI JALAN ALLAH
Masjid At-Taqwa Ajibarang
Ustadz Irfan Al-Farizi
Istiqamah di Tengah Wabah Cinta Dunia
Pendahuluan
Istiqamah merupakan salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan kepada seorang hamba. Banyak orang mampu melakukan kebaikan sesaat, tetapi tidak semua mampu mempertahankannya secara konsisten hingga akhir hayat. Karena itu, para ulama mengatakan bahwa kemuliaan bukan terletak pada banyaknya amal, melainkan pada keteguhan menjaga amal tersebut di atas jalan yang benar.
Di zaman ketika manusia berlomba-lomba mengejar dunia, kedudukan, pujian, dan popularitas, istiqamah menjadi semakin berharga. Orang yang istiqamah tetap teguh memegang kebenaran meskipun menghadapi godaan, ujian, dan tekanan lingkungan.
Allah SWT berfirman:
فَاسْتَقِيْمُوْٓا اِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِيْنَ
"Maka tetaplah kamu pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang musyrik."
(QS. Fussilat: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah merupakan perintah langsung dari Allah kepada setiap mukmin.
Hakikat Istiqamah
Istiqamah adalah keteguhan dalam menjalankan kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.
Bentuk istiqamah meliputi:
- Istiqamah dalam akidah dan tauhid.
- Istiqamah dalam melakukan amal saleh.
- Istiqamah dalam meninggalkan kemaksiatan.
- Istiqamah dalam berdakwah dan menebarkan kebaikan.
- Istiqamah dalam menghadapi ujian kehidupan.
Karena itu, istiqamah bukan sekadar rajin beribadah, tetapi juga konsisten menjaga iman, akhlak, dan ketaatan dalam seluruh aspek kehidupan.
Buah Pertama: Keteguhan Hati dan Ketenangan Jiwa
Allah menjanjikan ketenangan kepada orang-orang yang istiqamah.
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata: Janganlah kamu takut dan jangan bersedih hati."
(QS. Fussilat: 30)
Orang yang istiqamah memiliki hati yang tenang karena merasa dekat dengan Allah. Ia tidak mudah goyah oleh pujian maupun celaan manusia.
Buah Kedua: Diteguhkan Pendirian oleh Allah
Di tengah wabah hubbud dunya (cinta dunia yang berlebihan), Allah memberikan keteguhan kepada hamba-hamba yang beriman.
يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ
"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat."
(QS. Ibrahim: 27)
Keteguhan ini menjadikan seorang mukmin tidak mudah menjual prinsip agamanya demi keuntungan dunia.
Karena itu Rasulullah ﷺ sering berdoa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
"Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
(HR. Tirmidzi)
Buah Ketiga: Dilapangkan Rezeki dan Diberi Jiwa Qana'ah
Istiqamah dan ketakwaan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.
وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْرَجًا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Klik DISINI : Penjelasan Selengkapnya
"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
(QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Rezeki bukan hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, ketenangan, keluarga yang baik, serta hati yang merasa cukup (qana'ah).
Buah Keempat: Doa Mudah Dikabulkan
Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagimu."
(QS. Ghafir: 60)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa."
(HR. Muslim)
Buah Kelima: Mendapatkan Cinta Allah
Inilah karunia terbesar yang dicari oleh setiap mukmin.
Dalam hadis qudsi Allah berfirman:
وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ
"Wajib cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku."
Orang yang istiqamah akan mudah mencintai, membantu, dan berkorban karena Allah, bukan karena kepentingan dunia.
Buah Keenam: Dicintai Penduduk Langit dan Bumi
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril dan berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian Jibril menyerukan kepada para malaikat agar mencintainya. Setelah itu Allah menanamkan penerimaan di muka bumi.
Inilah yang disebut para ulama sebagai qubul fil ardh (penerimaan di bumi), yaitu hati orang-orang beriman dan orang-orang saleh condong kepadanya.
Istiqamah Melahirkan Kepekaan Sosial
Orang yang istiqamah tidak hidup untuk dirinya sendiri. Ia memiliki kepedulian terhadap tetangga, masyarakat, masjid, majelis ilmu, dan kebutuhan umat.
Kepekaan sosial merupakan buah dari iman yang hidup dalam hati.
Sebaliknya, orang yang mengejar pujian manusia semata sering kehilangan keikhlasan. Jabatan, popularitas, dan pencitraan tidak akan bertahan lama. Jika seseorang menyembunyikan keburukan di balik pencitraan, Allah mampu membukanya pada waktu yang Dia kehendaki.
Karena itu, tujuan seorang mukmin bukan mencari agar dicintai manusia, melainkan mencari keridaan Allah. Ketika Allah telah ridha, maka kecintaan manusia yang baik akan mengikuti dengan sendirinya.
Penutup
Di tengah merebaknya hubbud dunya, seorang mukmin harus berusaha menjaga istiqamah. Istiqamah adalah jalan para nabi, orang-orang saleh, ulama, dan para pejuang kebenaran.
Buah istiqamah sangat besar, yaitu:
- Ketenangan hati dan keteguhan jiwa.
- Diteguhkan pendirian oleh Allah.
- Dilapangkan rezeki dan diberi qana'ah.
- Doa lebih mudah dikabulkan.
- Mendapat cinta Allah.
- Dicintai para malaikat dan orang-orang beriman.
- Memiliki kepekaan sosial dan bermanfaat bagi sesama.
- Mendapat jalan keluar dari berbagai kesulitan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah hingga akhir hayat.
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ
"Ya Allah, wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu."
Aamiin.

Komentar
Posting Komentar