Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

AMERIKA VS IRAN ANTARA TANTANGAN DAN KERUNTUHAN

Gambar
  PERADABAN DALAM UJIAN: ANTARA TANTANGAN, KEMEWAHAN, DAN KERUNTUHAN Dari Ibn Khaldun hingga Toynbee, Membaca Ulang Dunia Modern Bismillahirrahmanirrahim. Sejarah tidak pernah benar-benar diam. Ia bergerak dalam pola kadang halus, kadang kasar tetapi selalu menyisakan jejak bagi mereka yang mau membaca. Para pemikir besar telah lama mengingatkan bahwa peradaban tidak runtuh secara tiba-tiba. Ia melemah perlahan, justru ketika ia merasa paling kuat. Dari ʿAshabiyyah ke Kemewahan menjelaskan bahwa kekuatan awal sebuah peradaban lahir dari ʿashabiyyah  daya ikat sosial, solidaritas, dan ketahanan hidup dalam kondisi sulit. Namun ketika peradaban itu mencapai puncaknya: kemewahan meningkat ketergantungan tumbuh daya tahan melemah Dan pada titik itu, kekuatan berubah menjadi beban. Bukan karena ia diserang dari luar, tetapi karena ia tidak lagi mampu bertahan dari dalam. Tantangan dan Respons Berabad-abad setelahnya, mengajukan konsep challenge and response . M...

GHIRAH REVOLUSI IRAN ISLAM INDONESIA

Gambar
Dari Revolusi ke Kaderisasi: Transformasi Ghirah Gerakan Islam Indonesia Pasca Revolusi Iran dan Pengaruh Ikhwanul Muslimin Abstrak Revolusi Iran 1979 menjadi salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam membangkitkan kesadaran politik umat Islam global, termasuk di Indonesia. Pada era 1980-an, dampak revolusi ini memunculkan gelombang ghirah keislaman yang kuat, terutama di kalangan pemuda dan kampus. Namun, karakter gerakan yang emosional dan konfrontatif membuatnya tidak bertahan lama dalam konteks rezim otoriter Orde Baru. Sebaliknya, pendekatan gradual yang diusung oleh gerakan melalui strategi kaderisasi dan tarbiyah justru menunjukkan daya tahan yang lebih kuat. Tulisan ini bertujuan menganalisis pergeseran pola gerakan Islam di Indonesia dari model revolusioner menuju model kaderisasi yang lebih adaptif terhadap struktur kekuasaan. Pendahuluan Perubahan dinamika gerakan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh global. Salah satu momentum penting adalah ya...

MUHAMMADIYAH HARI INI DITOLAK

Gambar
  Ditolak, Dituduh, Dilawan dan Senyap diterima Catatan tentang Perubahan, Ketakutan, dan Batas-Batas Sosial dalam Islam Indonesia Bismillah, Perubahan tidak pernah lahir dalam ruang yang tenang. Ia selalu membawa kegelisahan, mengguncang kebiasaan, dan secara perlahan memaksa manusia untuk meninjau ulang apa yang selama ini dianggap mapan dan senyaplah terasa nyaman tanda diterima. Dalam konteks Islam Indonesia, apa yang dilakukan Muhammadiyah sejak dirintis oleh pada tahun 1912 dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika tersebut. Ia bukan sekadar gerakan keagamaan, melainkan juga fenomena kultural: perjumpaan antara teks wahyu, akal manusia, dan realitas zaman yang terus berubah. Dengan semangat kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah, serta keberanian menggunakan akal secara terbuka, Muhammadiyah menghadirkan sesuatu yang pada masanya terasa “terlalu cepat”. Bukan karena tanpa dasar, tetapi karena melampaui kebiasaan yang telah lama mengakar. Ketika arah kiblat mulai dihitung...

HARAMKAH BERLEBARAN

Gambar
    TAJUK HARAM, OTORITAS, DAN KEBENARAN DI ERA MEDSOS Polemik penetapan Idul Fitri kembali mengemuka, dipicu oleh pernyataan yang menyebut bahwa tidak mengikuti keputusan pemerintah dalam penentuan Lebaran dapat bernilai haram . Pernyataan ini, yang dikaitkan dengan pandangan dan rujukan pada fatwa serta keputusan , segera memantik respons luas di tengah masyarakat. Masalahnya bukan sekadar pada isi pernyataan, tetapi pada cara ia dipahami . Dalam tradisi fiqh, istilah haram bukanlah label ringan. Ia adalah vonis hukum tertinggi yang menutup ruang pilihan. Ketika istilah ini digunakan dalam persoalan yang sejak awal merupakan wilayah ijtihad  seperti metode penentuan awal Syawal maka yang terjadi adalah penyempitan ruang perbedaan yang sebenarnya telah lama diakui dalam khazanah Islam. Di sinilah letak kegelisahan sebagian kalangan, termasuk yang disuarakan oleh . Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah adalah bagian dari tradisi keilmu...

SILSILAH BANI ASNAWI AJIBARANG

Gambar
NASAB BANI ASNAWI AJIBARANG  Kabupaten Banyumas MUKADIMAH: LANDASAN SYARIAT Segala puji bagi Allah SWT yang telah memerintahkan kita untuk menjaga tali persaudaraan. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 13:  يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا... " Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal (Li-ta’arafu). .." TUJUAN MENGETAHUI BANI ASNAWI Menjalankan Syariat: Menghindari dosa memutus tali persaudaraan (qath’ur rahim).  Menjaga Obor Sejarah: Agar anak cucu tidak "Kepaten Obor" dan mengenal akar leluhurnya di Ajibarang atau "ora ilang obore". Menyatukan Jalur Terpisah: Mengingat jalur Kosim yang berpindah melalui transmigrasi, dokumen ini menjadi ikhtiar untuk saling menemukan kembali di masa depan sering disebu...

PRINSIP TATA KELOLA MAJLIS DAN LEMBAGA

Gambar
   Bismillahirrahmanirrahim Dalam tata kelola organisasi Muhammadiyah, setiap kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan pimpinan, dukungan dakwah, serta penghargaan kepada para mubaligh semestinya direncanakan melalui RAPB tahunan . Perencanaan tersebut dilakukan secara kolektif-kolegial , dengan melibatkan usulan dari majelis dan lembaga, sehingga setiap program memiliki alokasi anggaran yang jelas dan terukur. Karena itu, kegiatan yang bersifat rutin maupun berkala termasuk dukungan atau apresiasi kepada para mubaligh idealnya tidak bergantung pada pengumpulan dana yang bersifat insidental. Catatan ini bukanlah kritik, apalagi upaya mengoreksi, melainkan sekadar merefresh kembali prinsip tata kelola organisasi yang sebenarnya telah menjadi pedoman bersama. 1. Prinsip Dasar: Majelis dan Lembaga sebagai Pelaksana Program PCM Dalam struktur organisasi Muhammadiyah: PCM adalah penanggung jawab kebijakan dan anggaran. Majelis dan lembaga adalah pelaksana program. Arti...

Tata Kelola Keuangan PC.Muhammadiyah

Gambar
  Tata Kelola Keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) I. Pendahuluan Keuangan organisasi merupakan unsur penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan dakwah dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu pengelolaan keuangan di lingkungan harus dilakukan secara  amanah, transparan, akuntabel, dan kolektif-kolegial  sesuai dengan prinsip organisasi. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Pimpinan Cabang Muhammadiyah merupakan dokumen perencanaan keuangan tahunan yang memuat seluruh rencana  pendapatan dan belanja organisasi  dalam satu periode kepengurusan. RAPB berfungsi sebagai: pedoman pengelolaan keuangan organisasi alat kontrol pelaksanaan program bentuk pertanggungjawaban kepada anggota dan jamaah II. Prinsip Tata Kelola Keuangan Pengelolaan keuangan PCM harus berlandaskan prinsip berikut: 1. Amanah Dana organisasi adalah titipan umat yang harus digunakan sesuai tujuan organisasi. 2. Transparansi Setiap...

Agama atau Kepasrahan yang Dipelihara

Gambar
  Agama atau Kepasrahan yang Dipelihara? Jika agama benar-benar membuat manusia miskin, maka yang pertama runtuh seharusnya adalah nurani para penindas.  Faktanya, yang paling rajin berbicara tentang takdir justru  mereka yang hidup dari ketimpangan. Kolonialisme tidak hanya merampas tanah dan tenaga, tetapi juga menanamkan satu keyakinan paling berbahaya: bahwa penderitaan adalah nasib yang harus diterima.  Ketika keyakinan ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan bahasa agama, moral, dan stabilitas maka penjajahan sejatinya belum pernah benar-benar berakhir. Tidaklah agama dijadikan musuh. Ia memusuhi kebodohan  yang dipelihara, kepasrahan yang diproduksi, dan kesadaran yang dibunuh atas nama Tuhan. Iman tanpa akal hanyalah alat kekuasaan, dan agama yang dipisahkan dari keadilan sosial tak lebih dari doa yang lupa pada manusia. Maka pertanyaannya bukan:  apakah agama candu? Melainkan:  siapa yang diuntung...

Lailatul Qadar dan Godaan Transaksi Ibadah

Gambar
  Lailatul Qadar dan Godaan Transaksi Ibadah Terasa ada sesuatu yang kurang utuh ketika ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dipersempit hanya pada pencarian malam ganjil semata. Seolah-olah ibadah berubah menjadi perhitungan waktu yang presisi: malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Padahal, sejak awal Islam tidak pernah mengajarkan penghambaan yang dibatasi oleh logika transaksi spiritual seperti itu. Bukankah ridha Allah bukan sesuatu yang dicapai hanya pada malam tertentu? Bukankah setiap detik kehidupan manusia sebenarnya adalah kesempatan untuk mendekat kepada-Nya? Dalam Al-Qur’an , khususnya pada Surah Al-Qadr , disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Namun wahyu tidak pernah menyebutkan secara pasti kapan malam itu terjadi. Ketidakpastian ini bukan kekurangan informasi, melainkan justru pendidikan spiritual. Manusia didorong untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah, bukan sekadar menunggu satu malam yang dianggap paling menguntu...

Nuzulul Qur’an Sebagai Momentum Perubahan Kepemimpinan

Gambar
  Nuzulul Qur’an Sebagai Momentum Perubahan Kepemimpinan   Setiap tahun umat Islam memperingati Nuzulul Qur’an. Ayat-ayat dibaca, ceramah disampaikan, dan mimbar-mimbar dipenuhi seruan untuk kembali kepada Al-Qur’an. Namun sering kali peringatan itu berhenti pada seremonial. Padahal hakikat Nuzulul Qur’an bukan sekadar turunnya ayat, melainkan momentum diangkatnya seorang manusia menjadi pemimpin umat oleh Allah SWT . Ketika wahyu pertama turun di Gua Hira kepada Muhammad, yang terjadi bukan sekadar pengalaman spiritual pribadi. Peristiwa itu adalah awal dari amanah besar: pengangkatan seorang rasul yang akan memimpin perubahan peradaban manusia. Sejak saat itu, Muhammad bukan lagi hanya seorang pribadi saleh yang dikenal jujur, tetapi menjadi pembawa risalah dan pemimpin umat manusia. Menariknya, sebelum wahyu itu turun, masyarakat telah mengenalnya dengan gelar Al-Amin , orang yang dapat dipercaya. Gelar itu tidak lahir dari retorika atau pidato, melainkan dari perjalanan...

KEHIDUPAN

Gambar
    KEHIDUPAN Ada satu pelajaran yang sering terlupakan dalam kehidupan manusia: tidak semua pertarungan hidup terjadi di ruang besar sejarah. Banyak di antaranya justru berlangsung di halaman rumah, di jalan kecil kampung, di antara percakapan tetangga yang sederhana namun sarat makna. Manusia hidup bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai makhluk sosial yang selalu berada dalam jalinan hubungan dengan orang lain. Dalam ruang kecil itulah karakter seseorang diuji bukan oleh musuh besar, melainkan oleh dinamika keseharian: iri, dengki, kesalahpahaman, dan prasangka yang kadang muncul tanpa sebab yang jelas. Ketika seseorang berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain, ia sebenarnya sedang memasuki dunia budaya yang baru. Nilai, kebiasaan, bahkan cara orang berbicara bisa berbeda. Apa yang dianggap biasa di satu tempat, bisa terasa asing di tempat lain. Dalam situasi seperti itu, manusia harus belajar membaca tanda-tanda sosial yang tidak tertulis. Kadang pilihan terb...

Yamamah Perang Penolakan Zakat

Gambar
  Yamamah: Ketika Legitimasi Dipertaruhkan dan Wahyu Diselamatkan Sejarah sering bergerak bukan di medan yang tenang, tetapi di tengah retakan. Tahun 11 Hijriah, setelah wafat Nabi Muhammad ﷺ, umat Islam tidak hanya kehilangan seorang rasul. Mereka kehilangan pusat gravitasi moral dan politiknya. Di ruang kosong itulah ujian sebenarnya dimulai. Kepemimpinan berpindah kepada . Namun baiat yang dulu mengikat banyak kabilah ternyata rapuh dalam pemahaman. Sebagian menganggap kesetiaan mereka hanya kepada pribadi Muhammad ﷺ, bukan kepada tatanan politik Madinah.[^1] Maka lahirlah krisis legitimasi. Sebagian kabilah menolak zakat. Sebagian murtad. Sebagian lain mengikuti figur-figur karismatik yang mengklaim kenabian. Di antara mereka, yang paling berbahaya adalah dari Yamamah.[^2] Ia bukan sekadar penipu spiritual. Ia adalah simbol ambisi politik yang dibungkus wahyu tandingan. Negara, Agama, dan Garis yang Tak Boleh Dipisah Ketika sebagian kabilah berkata, “Kami tetap shal...

ISTIQAMAH.(KONSISTEN)

Gambar
  Istiqamah Itu Sunyi, Bukan Sensasi Di zaman yang serba cepat dan reaktif, orang sering menyamakan ketegasan dengan kebenaran, dan kerasnya suara dengan kekuatan prinsip. Padahal tidak selalu demikian. Istiqamah justru sering lahir dalam bentuk yang tidak dramatis. Dalam Surah Fussilat (41): 30 , Allah menyebut orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” lalu beristiqamah. Sederhana redaksinya. Tidak ada embel-embel kepemimpinan, popularitas, atau pengaruh sosial. Hanya pengakuan iman dan konsistensi setelahnya. Di situlah letak beratnya. Istiqamah bukan ledakan semangat sesaat. Ia adalah daya tahan. Ia bukan ketegasan prematur yang menghasilkan kepuasan instan, tetapi stabilitas jangka panjang yang diuji oleh waktu. Banyak orang mampu memulai dengan lantang, namun tidak semua mampu menjaga arah ketika suasana berubah. Sebagai individu, tantangan terbesar bukan pada perbedaan orang lain, tetapi pada fluktuasi diri sendiri. Emosi, kepentingan, rasa ingin diakui, dorongan u...

KEJUJURAN GERHANA BULAN

Gambar
Editorial :  Ketika Gerhana Membuktikan Presisi, Mengapa Kita Masih Ragu? Gerhana bulan total 3–4 Maret 2026 bukan sekadar fenomena astronomi. Ia adalah demonstrasi presisi kosmik. Data ilmiah dari menunjukkan puncak totalitas terjadi sekitar pukul 11:33 UTC. Waktu itu dapat dihitung jauh sebelum peristiwa berlangsung. Tidak maju. Tidak mundur. Tidak meleset. Menariknya, dalam banyak perhitungan kalender Hijriyah, peristiwa itu bertepatan dengan 14 malam 15 bulan 1447 H  fase purnama. Ini bukan kebetulan. Gerhana bulan hanya mungkin terjadi saat purnama. Dan purnama dalam sistem Hijriyah memang berada pada rentang tanggal 14 atau 15. Artinya, sistem peredaran bulan bekerja konsisten. Presisi astronomi dan struktur kalender lunar saling menguatkan. Kalau bulan bisa ngomong, pasti ia tak akan bohong. Ia tidak punya kepentingan mazhab. Tidak punya preferensi organisasi. Tidak mengenal batas negara. Ia hanya beredar sesuai hukum yang tetap. Di sinilah ironi itu muncul. L...

TINGGALKAN ZAKAT

Gambar
Opini: SHOCK TERAPI BERBALIK ARAH Bahasa, Kekuasaan, dan Titik Api yang Berulang Kegaduhan ini sesungguhnya bukan tentang zakat semata. Umat Islam cukup matang untuk memahami bahwa zakat adalah kewajiban minimal, sementara sedekah, infak, dan wakaf membuka ruang kebaikan tanpa batas. Tidak ada yang menolak ajakan untuk memberi lebih. Tidak ada yang alergi terhadap gagasan memperluas solidaritas sosial. Namun yang membuat bara itu muncul bukan substansinya. Ia lahir dari pola yang berulang. Zakat bukan sekadar angka 2,5 persen. Ia berdiri di antara shalat dan puasa dalam bangunan iman. Ia pernah dipertahankan dengan ketegasan oleh Khalifah Abu Bakar  ketika sebagian orang mencoba memisahkannya dari komitmen keagamaan. Sejak itu, zakat bukan hanya kewajiban sosial, tetapi simbol integritas iman dan sejarah. Maka ketika ia disentuh dengan diksi yang ekstrem, memori kolektif umat bergerak lebih cepat daripada klarifikasi.  PERANG YAMAMAH MELAWAN PEMBANGKANG ZAKAT ( klik disini ) ...