Perbedaan dan Keteladanan Ulama
Perbedaan dan Keteladanan Ulama: Membaca Ulang Warisan Ulama di Tengah Polarisasi Sosial Pendahuluan Perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia, terlebih dalam masyarakat yang majemuk secara sosial, budaya, dan keagamaan. Dalam khazanah Islam, perbedaan bahkan dipandang sebagai ruang ijtihad yang memperkaya perspektif. Namun, realitas kontemporer menunjukkan gejala sebaliknya: perbedaan tidak lagi dikelola sebagai kekayaan intelektual, melainkan berubah menjadi sumber konflik terbuka. Fenomena ini menandai adanya krisis etika dalam menyikapi perbedaan. Tulisan ini berupaya merefleksikan kembali praktik keteladanan ulama melalui kisah yang pernah diangkat oleh. KH Abdurahman Wahid, dengan menyoroti interaksi antara KH. Hasyim As'ari dan Kyai Faqih Maskumambang pada tahun 1928. Kerangka Historis: Perbedaan sebagai Etika, Bukan Konflik Pada tahun 1928, mengeluarkan fatwa ya...