MUSLIM ANTARA SKEPTIS-DOGMA
Akal dan Wahyu dalam Simfoni Keimanan: Membaca Kembali Warisan Al-Maturidi di Tengah Skeptisisme dan Dogmatisme Modern Di jantung Asia Tengah abad ke-10, Samarkand berdiri sebagai simpul peradaban: jalur perdagangan bertemu, bahasa dan budaya berkelindan, sementara perdebatan teologi dan filsafat berlangsung dengan intens. Dalam lanskap intelektual yang dinamis inilah lahir Abu Mansur Al-Maturidi, seorang pemikir yang kelak menjadi salah satu fondasi penting teologi Sunni. Ia hidup pada masa ketika hubungan antara iman dan akal tidak hanya menjadi perdebatan akademik, tetapi kebutuhan mendesak bagi stabilitas sosial dan spiritual umat. Pada zamannya, dua kecenderungan ekstrem mengemuka. Di satu sisi, muncul kelompok yang memahami agama secara literal hingga menutup ruang bagi akal. Di sisi lain, berkembang rasionalisme teologis yang begitu kuat hingga berpotensi menundukkan wahyu di bawah penilaian manusia. Al-Maturidi hadir bukan sekadar sebagai penengah, melainkan sebagai ars...