KAJIAN JUM'AT PAGI : ILMU.- JIHAD - KASAB
Masjid Al-Ikhlas Pasar Ajibarang
ILMU, JIHAD FI SABILILLAH, DAN KASAB DALAM PERSPEKTIF ISLAM
PENDAHULUAN
Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik hubungan kepada Allah SWT maupun hubungan sesama manusia. Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan sangat tinggi karena menjadi dasar ibadah dan amal. Selain itu, Islam juga mengajarkan jihad fi sabilillah dalam arti luas serta kewajiban bekerja dan mencari nafkah halal (kasab).
Pembahas pentingnya ilmu, manfaat majlis ilmu, makna jihad fi sabilillah dalam kehidupan sehari-hari, serta konsep kasab berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.
PENTINGNYA ILMU DALAM ISLAM
A. Ibadah Harus Dengan Ilmu
Allah SWT berfirman:
QS. Muhammad: 19
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
Artinya:
“Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohonlah ampun atas dosamu.”
Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum ucapan dan amal. Ibadah tanpa ilmu dapat menyebabkan kesalahan dan penyimpangan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Allah akan memahamkannya tentang agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Perkataan ulama:
“Barang siapa beribadah tanpa ilmu maka kerusakan yang ditimbulkan lebih banyak daripada kebaikannya.”
Hal ini menunjukkan pentingnya belajar sebelum beramal.
KEUTAMAAN MAJLIS ILMU
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an kecuali turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk di sisi-Nya.”
(HR. Muslim)
Manfaat Majlis Ilmu:
- Mendapat rahmat Allah SWT.
- Hati menjadi tenang.
- Dikelilingi malaikat.
- Menambah pemahaman agama.
- Menjadi jalan menuju surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
JIHAD FI SABILILLAH
A. Pengertian Jihad
Jihad berarti bersungguh-sungguh di jalan Allah SWT. Jihad tidak hanya perang, tetapi juga dakwah, pendidikan, pengorbanan tenaga, waktu, dan harta demi agama Allah.
Allah SWT berfirman:
QS. Al-Hajj: 78
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ
Artinya:
“Berjihadlah kalian di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.”
B. Contoh Jihad Fi Sabilillah
1. Menjadi Takmir Masjid
Allah SWT berfirman:
QS. At-Taubah: 18
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ
Artinya:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah.”
Mengurus kebersihan masjid, adzan, kegiatan ibadah, dan pengajian termasuk jihad fi sabilillah.
2. Menjadi Pengurus Pengajian
Mengatur kegiatan majlis taklim, membantu jamaah, dan mendukung dakwah termasuk perjuangan di jalan Allah.
3. Mengajak Orang Mengikuti Pengajian
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya:
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
4. Mendatangi Majlis Ilmu
Meluangkan waktu untuk hadir pengajian termasuk jihad melawan hawa nafsu dan kesibukan dunia.
KASAB (MENCARI NAFKAH HALAL)
Allah SWT berfirman:
QS. Al-Jumu’ah: 10
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ
Artinya:
“Apabila shalat telah ditunaikan maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
Ayat ini menunjukkan bahwa setelah ibadah, manusia diperintahkan bekerja dan mencari rezeki halal.
QS. Al-Jumu’ah: 11
وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا
Artinya:
“Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan meninggalkan engkau sedang berdiri (khutbah).”
Ayat ini mengingatkan agar urusan dunia tidak melalaikan ibadah kepada Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Artinya:
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri.”
(HR. Bukhari)
Penutup
Ilmu, jihad fi sabilillah, dan kasab merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Ilmu menjadi dasar amal dan ibadah. Majlis ilmu adalah tempat turunnya rahmat Allah SWT. Jihad tidak hanya perang, tetapi juga perjuangan memakmurkan masjid, mengurus pengajian, dan mengajak manusia kepada kebaikan. Sedangkan kasab atau mencari nafkah halal merupakan ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Seorang muslim hendaknya menyeimbangkan antara:
- ibadah,
- menuntut ilmu,
- berdakwah,
- dan bekerja mencari rezeki halal.
Dengan demikian akan terwujud kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Daftar Pustaka
- Al-Qur’anul Karim
- Shahih Bukhari
- Shahih Muslim
- Tafsir Ibnu Katsir
- Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi

Komentar
Posting Komentar