KAJIAN JUM'AT PAGI :Orang-Orang Beruntung
Masjid Al-Ikhlas Pasar Ajibarang
Drs. H. Ahmad Kifni
ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG DALAM AL-QUR’AN
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah memberikan petunjuk kepada manusia melalui Al-Qur’an. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Setiap manusia menginginkan keberuntungan, kebahagiaan, dan keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat. Namun Al-Qur’an menjelaskan bahwa keberuntungan sejati bukan hanya tentang harta, jabatan, atau kedudukan, melainkan keberuntungan yang diraih dengan iman, amal saleh, ketaatan, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah.
Allah menyebut orang-orang yang beruntung dengan istilah “Al-Mufliḥūn” (المفلحون), yaitu orang-orang yang memperoleh kemenangan dan keselamatan. Dalam kajian ini akan dijelaskan beberapa golongan orang yang beruntung sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an, disertai penjelasan dan contoh amalan sehari-hari.
BERIMAN DAN BERAMAL SALEH
(Q.S Al-Jatsiyah : 30)
﴿فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ﴾
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Itulah kemenangan yang nyata.”
Iman harus dibuktikan dengan amal saleh. Amal saleh adalah segala perbuatan baik yang sesuai syariat dan dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Orang yang beriman tetapi tidak beramal akan lemah, sedangkan amal tanpa iman tidak diterima di sisi Allah. Amalan antara lain:
- Menjaga salat lima waktu.
- Membaca Al-Qur’an setiap hari.
- Membantu orang tua.
- Jujur dalam bekerja dan berdagang.
- Menolong tetangga dan orang yang membutuhkan.
- Bersedekah walau sedikit.
BERJIHAD DAN BERJUANG DI JALAN ALLAH
(Q.S Al-Maidah : 35)
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kamu beruntung.”
Jihad tidak hanya berarti perang, tetapi juga bersungguh-sungguh dalam menaati Allah dan memperjuangkan kebaikan. Menuntut ilmu, mendidik keluarga, melawan hawa nafsu, dan berdakwah termasuk jihad.
Amalan antara lain:
- Belajar agama dengan sungguh-sungguh.
- Mengajarkan anak membaca Al-Qur’an.
- Berdakwah dengan akhlak yang baik.
- Menahan amarah dan hawa nafsu.
- Semangat bekerja untuk menafkahi keluarga secara halal.
DERMAWAN DAN TIDAK KIKIR
(Q.S At-Taghabun : 16)
﴿فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu, dengarlah dan taatlah, serta infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Barang siapa dijaga dari sifat kikir, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Sifat dermawan menunjukkan kebersihan hati dan kepedulian kepada sesama. Orang yang kikir sulit merasakan ketenangan hidup karena terlalu cinta dunia.
Amalan antara lain:
- Bersedekah setiap hari walau sedikit.
- Memberi makan fakir miskin.
- Membantu pembangunan masjid.
- Membelikan kebutuhan orang tua.
- Menyantuni anak yatim.
MENGIKUTI ALLAH DAN RASULULLAH
(Q.S Al-A’raf : 157)
﴿فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾
“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Mengikuti Rasulullah berarti meneladani sunnah beliau dalam ibadah, akhlak, dan kehidupan sehari-hari.
Amalan antara lain:
- Mengucapkan salam ketika bertemu.
- Membiasakan senyum.
- Menjaga amanah.
- Membaca shalawat kepada Nabi.
- Menghidupkan sunnah makan dan tidur sesuai tuntunan Rasulullah.
MENJAUHI HARAM DAN SYIRIK
(Q.S Al-Maidah : 90)
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan, maka jauhilah agar kamu beruntung.”
Islam mengajarkan umatnya menjaga kesucian akidah dan menjauhi segala yang haram karena dapat merusak agama dan kehidupan.
Amalan antara lain:
- Menjaga makanan dan minuman halal.
- Menolak praktik riba dan judi.
- Tidak percaya ramalan dan perdukunan.
- Menjaga pergaulan yang baik.
- Menghindari tontonan dan aktivitas maksiat.
MEMELIHARA SIFAT SABAR
(Q.S Ali Imran : 200)
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
Sabar adalah kekuatan hati dalam menghadapi ujian, menahan amarah, dan tetap istiqamah dalam ketaatan.
Amalan antara lain:
- Tetap salat meski sibuk.
- Tidak mudah marah.
- Tabah menghadapi musibah.
- Tekun bekerja dan belajar.
- Memaafkan kesalahan orang lain.
MEMBERSIHKAN JIWA ROHANI
(Q.S Asy-Syams : 9)
﴿قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا﴾
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
Membersihkan jiwa dilakukan dengan memperbanyak taubat, dzikir, ibadah, dan menjauhi penyakit hati seperti iri, sombong, dan dengki.
Amalan antara lain:
- Muhasabah diri setiap malam.
- Memperbanyak istighfar.
- Ikhlas dalam beramal.
- Tidak iri terhadap nikmat orang lain.
- Menjaga hati dari prasangka buruk.
BERDZIKIR KEPADA ALLAH
(Q.S Al-Jumu’ah : 9)
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat Jumat, maka segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Dzikir membuat hati tenang dan mengingatkan manusia kepada Allah di tengah kesibukan dunia.
Amalan antara lain:
- Membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
- Membaca doa pagi dan petang.
- Menghadiri majelis ilmu.
- Datang lebih awal untuk salat Jumat.
- Membiasakan menyebut nama Allah dalam setiap aktivitas.
Penutup dan Kesimpulan
Keberuntungan sejati bukan hanya diukur dari kesuksesan dunia, tetapi dari dekatnya seseorang kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa orang-orang yang beruntung adalah mereka yang:
- Beriman dan beramal saleh.
- Bersungguh-sungguh di jalan Allah.
- Dermawan dan tidak kikir.
- Mengikuti Allah dan Rasul-Nya.
- Menjauhi yang haram dan syirik.
- Memiliki kesabaran.
- Membersihkan jiwa dan hati.
- Senantiasa berdzikir kepada Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْلِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.”


Komentar
Posting Komentar