BAGIAN 2
PENJELASAN 4 ARTEFAK
MASJID NÙRÌ SUHRÀ
Massjid Nùrì Sùhrà yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Besar At-Taqwa Ajibarang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah menyimpan artefak yan bernilai untuk membuka jendela sejarah panjang eksistensi sebagai masjid jami' (besar)
Berdasarkan artefak yang berjumlah 4 (empat) buah yang ada di masjid At- Taqwa Ajibarang", bertuliskan aksara Arab dalam gaya yang tampak seperti aksara Pegon (aksara Arab yang digunakan untuk menulis bahasa non-Arab, seperti bahasa Jawa atau Melayu, di mana tidak semua huruf Arab diakui). Teksnya terlihat seperti menceritakan sejarah eksistensi masjid tersebut. Dapatlah dibaca dan diterjemahkan untuk menyingkap membuka artefak lama yang tersimpan yang tertutup waktu dan bahasa. Alhamdulillah ta'mir masjid tetap menyimpan dengan baik.
Gaya penulisan dan kemungkinan bahasa non-Arab, pemberian harakat (tanda vokal) yang tepat dan terjemahan yang akurat sangat bergantung pada konteks lokal dan dialeknya. Namun, saya akan mencoba membaca dan memberikan perkiraan pembacaan beserta artinya, dengan asumsi ini adalah aksara Pegon yang mengandung kata-kata Arab dan kata-kata dari bahasa setempat (kemungkinan bahasa Jawa atau Melayu).
Namun demikian pembacaan ini adalah perkiraan terbaik berdasarkan bentuk huruf dan pola kalimat umum dalam aksara Pegon. Harakat (vokal) ditambahkan berdasarkan kemungkinan pengucapan. Pembacaan dan Perkiraan Terjemahan Teks.
Artefak 1:
Teks Arab (Asli)Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan)
| Teks Arab (Asli) | Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan) |
| مَسْجِدُ نُوْرِيْ سُحْرَىٰ | مَسْجِدُ نُوْرِيْ سُحْرَىٰ |
| دَاۤلِمُ جِزْءٍ عَرُوْبِيْنَا | دَاۤلِمُ جِزْءٍ عَرُوْبِيْنَا |
| سُوْفِيْ جَاوِيْ جَوَابٌ | سُوْفِيْ جَاوِيْ جَوَابٌ |
| بِالْفَتْوَىٰ سُوْفِيْ سُرُوْقٍ | بِالْفَتْوَىٰ سُوْفِيْ سُرُوْقٍ |
Perkiraan Arti:
• Masjidu Nūri Suhrā: Masjid Cahaya Suhra (Mungkin nama masjid: Masjid Nurus Suhra).
• Dālimu Juz'in 'Arūbīnā: Dalam bagian 'Arūbīnā (Kata "Dālim" kemungkinan "Dalam" atau nama tempat/orang. "Juz'in 'Arūbīnā" mungkin merujuk pada suatu wilayah atau bagian dari desa).
• Sūfī Jāwī Jawābun: Sufi Jawa Jawaban (Mungkin merujuk pada seorang ulama atau ajaran Sufi dari Jawa).
• Bilfatwā Sūfī Surūqin: Dengan fatwa Sufi Surūq (Merujuk pada fatwa atau ajaran dari seorang Sufi bernama Surūq atau dari tempat bernama Surūq).
Artefak 2:
Teks Arab (Asli)Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan)
| Teks Arab (Asli) | Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan) |
| وَإِقَامَ مَسْجِدُهُ سُوْفِيْ | وَإِقَامَ مَسْجِدُهُ سُوْفِيْ |
| زُهْرِيْ رَمْبُوْدِ جُوْنُوْدٍ | زُهْرِيْ رَمْبُوْدِ جُوْنُوْدٍ |
| فِيْ سَنَةٍ ١٢٨٣ هِجْرِيَّةٍ | فِيْ سَنَةٍ ١٢٨٣ هِجْرِيَّةٍ |
| زُهْرِيْ التَّعْلِيْمِ | زُهْرِيْ التَّعْلِيْمِ |
Perkiraan Arti:
• Wa Iqāma Masjidu-hu Sūfī: Dan didirikan masjidnya (oleh) Sufi (Kata 'Iqāma' bisa berarti mendirikan).
• Zuhri Rambūdi Junūd: Zuhri Rambudi Junud (Kemungkinan nama pendiri masjid: Sufi Zuhri Rambudi Junud).
• Fī Sanatin 1283 Hijrīyatin: Pada tahun 1283 Hijriyah.
• Zuhri at-Ta'līmi: Zuhri Pengajaran/Pendidikan (Mungkin gelar atau sifat dari Zuhri).
Artefak 3:
Teks Arab (Asli)Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan)
| Teks Arab (Asli) | Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan) |
| كَلاَءُ عَلَيَّ غُفِرَتْ فَإِذَا بِهِمْ مِنْ لُتٍ صُوَرِيْ بِسَا | كَلاَءُ عَلَيَّ غُفِرَتْ فَإِذَا بِهِمْ مِنْ لُتٍ صُوَرِيْ بِسَا |
| وَلَمْ يَجْمَعْ بَيْنَهُ وَإِرْيَابِلاَ يَغْفُرْ وَإِذَا بِهِ مِنْ | وَلَمْ يَجْمَعْ بَيْنَهُ وَإِرْيَابِلاَ يَغْفُرْ وَإِذَا بِهِ مِنْ |
| جُزْءٍ غَيْرِهِ جُوْنُوْدٍ جُوْمَنْتَ يُوْفَا عِشْ | جُزْءٍ غَيْرِهِ جُوْنُوْدٍ جُوْمَنْتَ يُوْفَا عِشْ |
| بَعْدَ عِرْفُوْرَتْ كُنْجُ أَرْبَعَةٍ | بَعْدَ عِرْفُوْرَتْ كُنْجُ أَرْبَعَةٍ |
| فِيْ هِجْرَةِ عِزَّةٍ يُوْوِيْهُ 1332 | فِيْ هِجْرَةِ عِزَّةٍ يُوْوِيْهُ 1332 |
| كَلِيْفَةٍ شَهْرِ نُوْرِ مَنْ | كَلِيْفَةٍ شَهْرِ نُوْرِ مَنْ |
Teks ini lebih kompleks, mungkin merupakan kutipan filsafat atau peringatan. Beberapa kata mungkin terjemahan harfiah dari bahasa Arab, dan yang lain adalah kata daerah:
• Kalā'u 'Alayya Ghufirat fa-idā bihim min Lutin Suwarī Bisā: Makanan di atasku diampuni, maka tiba-tiba mereka dari Lutin adalah gambar-gambar Basa (Sangat sulit diterjemahkan tanpa konteks yang jelas, mungkin merujuk pada peristiwa atau ajaran agama/sejarah).
• Wa lam yajma' bainahū wa-iriyābilā yaghfur wa-idā bihi min: Dan tidak dikumpulkan di antaranya, dan 'iriyābilā (nama?) tidak mengampuni, dan tiba-tiba padanya dari...
• Juz'in Ghairihī Junūd Jūmanta Yūfā 'Ish: Bagian selainnya (yaitu) Junud Jumanta Yufa 'Isy (Mungkin merujuk pada nama lain atau kelompok).
• Ba'da 'Irfūrat Kunj Arba'atin: Setelah 'Irfurat Kunj empat (Mungkin nama tempat atau kejadian).
• Fī Hijratin 'Izzatin Yūwīhu 1332: Pada Hijrah kemuliaan 'Uuwiihu 1332 (Tanggal kedua: 1332 H).
• Khalīfatin Syahri Nūri Man: Khalifah bulan Cahaya Siapa (Mungkin merujuk pada bulan Rabi'ul Awwal/Nur atau suatu peringatan).
Artefak 4:
Teks Arab (Asli)Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan)
| Teks Arab (Asli) | Pembacaan dengan Harakat (Perkiraan) |
| بَلَغَ نِصْفَ شَهْرِ رَجَبٍ | بَلَغَ نِصْفَ شَهْرِ رَجَبٍ |
| عَنْدَ مَانُوْسٍ عَيْنُ الْجُنْدِيْ | عَنْدَ مَانُوْسٍ عَيْنُ الْجُنْدِيْ |
| أَيْلُوْلٌ نِصْفَ سَنَةٍ | أَيْلُوْلٌ نِصْفَ سَنَةٍ |
| ٨/٢/١٨٧٤ | ٨/٢/١٨٧٤ |
Perkiraan Arti:
• Balagha Nisfa Syahri Rajabin: Mencapai pertengahan bulan Rajab.
• 'Anda Mānūsin 'Ainul Jundī: Di sisi Mānūs (nama tempat/orang) 'Ainul Jundi (Mata/Pemimpin Pasukan).
• Aylūlun Nisfa Sanatin: Aylul (September) setengah tahun.
• 8/2/1874: Tanggal 8 Februari 1874 Masehi (Angka ini sangat jelas menunjukkan tanggal Masehi).
Kesimpulan Umum
Adalah inskripsi bersejarah, kemungkinan besar tentang pendirian, renovasi, atau peristiwa penting yang terkait dengan sebuah masjid bernama Masjid Nurus Suhra.
• Pendiri/Ulama: Menyebutkan nama Sufi Zuhri Rambudi Junud sebagai yang mendirikan/mengurus masjid.
• Tahun Hijriyah: Terdapat dua tanggal Hijriyah: 1283 H dan 1332 H.
• Tanggal Masehi: Terdapat tanggal Masehi yang jelas: 8 Februari 1874 M.
• Catatan: Konversi 1283 H ke Masehi adalah sekitar tahun 1866 M. Konversi 1332 H ke Masehi adalah sekitar tahun 1914 M. Tanggal 1874 M berada di antara dua tanggal Hijriyah tersebut. Ini mungkin menandakan:
• 1283 H: Pendirian awal.
• 8/2/1874 M: Peristiwa penting (Renovasi/Peresmian).
• 1332 H: Renovasi/Peristiwa penting kedua.
• Gaya Penulisan: Aksara Pegon, dengan campuran kata-kata Arab klasik dan kata-kata lokal (Jawa/Melayu), yang umum ditemukan pada nisan atau prasasti masjid-masjid kuno di Asia Tenggara.
CATATAN :
Mengingat keterbatasan penulis walau sudah berusaha maksimal, namun tak ada gading yang tak retak kepada para cerdik cendekiawan sudilah kiranya menyempatkan waktu guna kesempurnaan pembacaan artefak masjid at-Taqwa Ajibarang.
Monggo dengan senang hati bisa bertulis di kolom komentar, atas kesediaannya diucapkan terimas kasih jazakallah khairan.





Komentar
Posting Komentar